Thought

The Second Baby Blues

Beberapa bulan terakhir ini, emosi makin tak terkendali, terutama dalam menghadapi anak-anak. Ada aja ulah mereka yang bikin mulut ini merepet sepanjang hari, meneriaki mereka yang bikin dada ini terasa sesak, kepala sakit bukan main, dan tentu, air mata yg berusaha sekeras mungkin aku tahan supaya tidak menetes. Belum lagi saat suami menyalahkan karena memarahi anak.
Oh well….mungkin ini yang juga jadi penyebab beberapa bulan ini sering emosian semenjak suami pindah ke Jkt, “anak rewelnya nambah!”

Dulu aku pikir, seiring bertambahnya usia anak-anak, mereka akan bisa lebih mandiri, dan aku pun bisa lebih leluasa dan ga terlalu capek mengurusnya. Ternyata tidak pemirsah. Letihnya beralih dari letih fisik ke letih hati dan pikiran. Entah kenapa rasanya luar biasa menguras emosi jika 2 anak itu setiap saat bikin keributan. Yang satu cengeng, yang satu iseng dan ga mau ngalah sama sekali. Terlebih suara tangisan dan teriakan mereka yang langsung bikin kepala mau pecah.

Ingin rasanya kabur sejenak selama beberapa hari. Menjauhi mereka, lepas dari mereka, ga ngurus mereka sama sekali. Tapi, mana bisa? 🙁 Selalu kepikiran, bagaimana makan mereka, tidur mereka, masuk angin atau ga? Ya, salah’ku juga yang terlalu banyak kekhawatiran.

I don’t have support system untuk sekedar mengurus anak-anak itu.
Orang tua-mertua? Ga bisa
Ipar? Jangan harap
Kakak/adik? Ga punya

Seringkali iri melihat teman atau sepupu lain bisa lepas dari anak-anak mereka krn mereka punya support system yang bisa dihandalkan. Lah aku? Nope.

Me time ada walau cuma beberapa jam ketika mereka sekolah. Dan akan bikin sakit kepala lagi ketika mereka pulang sekolah. That’s why aku benci liburan sekolah yang terlalu sering dan terlalu lama.

Parahnya adalah aku kesal, ga suka, sama anak pertama. Seperti terulang kembali baby blues sewaktu melahirkan dia dulu. Karena si kakak ini ada aja ulahnya yang bikin geregetan 😭
Aku ga mau, bener-bener ga mau ada rasa seperti ini ke anak sendiri. Aku mau sayang dia, cinta dia, tapi di sisi lain juga ada rasa kesal itu.
Kalau ingat dulu gimana perjuanganku sewaktu hamil dia, nyusuin dia, ngurus dia, dan balasannya sekarang adalah sikap-sikapnya yang menyebalkan, Oh Goodd,,,, entah harus berkata apa 😭

I just need rest for a while, but how can? ☹

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *