Family · Love

Happy 4th Wedding Anniversary

Dear hubby,

Hari ini tepat 4 tahun kita hidup bersama sebagai suami istri. Dan baru 1 tahunan ini kita hidup benar-benar sebagai keluarga inti mandiri, tanpa ada orang lain di dalam rumah (ART) dan ga LDR lagi. Setaunan ini juga makin mengenalkan betapa menyebalkannya dirimu.

Aahh… Note tentang wedd anniv yang romantis menye menye udah terlalu mainstream, aku akan menulis sebaliknya.

Juli 2013 awal dari lebih mandirinya kita sebagai keluarga. Lebih mandiri selain karena kita ga pernah nebeng tinggal sama orang tua, sekarang hijrah ke kota orang. Hanya ada suami, istri, anak. Di kota orang karena aku ikut pindah denganmu (dengan agak terpaksa) karena kantormu pindah kota dan karena kamu ga pengen LDR an lagi. Padahal, LDR an denganmu jauh lebih menyenangkan karena aku ga harus menghadapi kelakuan nyebelinmu setiap hari, ketemu cuma pas weekend aja. Selain itu kalau LDR sering tersempil rasa kangen seperti jaman pacaran dulu. Kalau satu atap setiap hari, aku justru justru menantikan kapan kamu pergi dinas, hahaha… :p

Kehidupan disini setaunan ini sangat berbeda dengan di Jakarta. Yaahh kamu pasti ngerasain sendiri kan bedanya. Setiap hari kita merasakan bagaimana rasanya memiliki keluarga inti utuh. Ya, kita bisa merasakan seperti keluarga normal lain. Suami pergi kerja dilepas anak dan istri di rumah. Begitu pulang, disambut anak dan istri serta sajian makan malam. Indah kan? Ya. Aku merasakannya,,,, kadang-kadang. Skenarionya indah seperti itu, tapi kenyataannya meleset. Pulang kerja kamu langsung mengelus hapemu atau bahkan ga ada masakan makan malam karena aku lagi males masak.

Pahit, manis, asam, asin, udah kita cobain walau umur pernikahan kita baru 4 tahun. The worst thing in our wedding life has passed. Never back forever

Aku katakan betapa nyebelinnya hidup denganmu. Yang kalau pulang kerja malam jarang mau mandi, atau hobi meletakkan ember di belakang pintu kamar mandi yang kalau aku mau masuk kesana, selalu kepentok pintu karena pintunya terpental oleh ember di belakangnya. Kamu yang kalau di kamar mandi lama sekali padahal aku atau Raisa udah kebelet buang hajat. Giliran kami yang di kamar mandi dan kamu kebelet, pasti gedor-gedor pintu tanpa henti ga sabaran untuk gantian karena karena kamar mandi disini cuma satu. Kamu yang susah sekali makan sayur dan merengut di depan meja makan kalau ada sayur tersaji atau lauk yang engga kamu suka. Sebaliknya, kalau masakan yang aku masak yang kamu suka, selesai makan kamu akan joget layaknya nyai ronggeng karena senang perutmu kenyang dan masakanku enak. Kamu nyebelin karena lemari penuh dengan bajumu padahal yang dipake bajunya yang itu-itu terus, apalagi disertai dengan berantakannya isi lemari karena kamu kalau ngambil baju sembarangan.

Hal nyebelin lainnya adalah gorden jendela pagi yang engga kamu buka padahal sudah sejam berada di ruang tengah dan juga sampah dapur yang lupa kamu buang, ga bantu beresin mainan Raisa atau bahkan engga menyapu taman. Ya, ga ada ART membuat aku begitu tertolong dengan bantuan hal-hal kecil seperti itu.

Kamu juga nyebelin karena kamu bukan seorang surpriser yang hebat. Dari sekian banyak kejutan yang mau dikasih ke aku, ga semuanya berhasil karena aku keburu tau rencanamu alias kepo. Yang berhasil cuma 2x, yang dalam waktu perjalanan ke Malang dan di The Hills (berharap yang di The Hills keulang lagi, kode, okesip). Padahal aku selalu berhasil bikin kejutan buat kamu karena kamu ga pernah tau sebelumnya.

Nyebelinnya hidup denganmu selanjutnya adalah betapa mata dan tanganmu sangat nempel dengan yg namanya layar gadget. Itulah nyebelin senyebelinnya dari seorang Rizki Aftarianto. Andaikan bisa, gadget-gadget canggihmu itu berubah jadi hp sejuta umat, Nokia seri 3xxx. Aku akan lebih bahagia jika kamu pakai hp jadul itu. Bahkan anakmu pun sebel denganmu. Kamu tau kan dia bilang apa? Itupun juga karena gadgetmu.
Jadi mikir, buat apa kamu nyuruh kami ikut pindah kota serumah denganmu kalau ternyata kamu lebih intim dengan gadget ketimbang dengan kami? Hal ini juga yang membuatku lebih senang LDR denganmu.

Dan kamu tau kan, hal-hal yang harus diubah dari dirimu itu apa?

Tapi, di balik semua nyebelinmu itu, as you know, ga pernah terlintas satu pria pun buat ngegantiin kamu. Se-sebel-sebelnya sama kamu kalau kita lagi marahan juga ga pernah terpikir pria lain yang andaaaiiii orang itu jadi suamiku sekarang. Dan ga pernah pula aku berbagi cerita tentang rumah tangga kepada lawan jenis, bahkan sahabat pria sekalipun. Itu karena apa?

Because I love you, I am excited to doing future with you and I wanna growth old with you.
Happy 4th wedding anniversary, dear… Hope we can be a happy family for long time and together until our last life.

Semarang, 13-11-2014
Love,

Istri yang ga pernah nyebelin

Photo taken by Raisa 2yo 3mos (Nov 2013)
Photo taken by Raisa 2yo 3mos (Nov 2013)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *