Thought

Bahasa Asing Untuk Batita?

Gw dan suami sempet debat kusir soal memperkenalkan bahasa asing untuk anak. Menurut suami, bahasa asing harus diperkenalkan sedini mungkin dari semenjak anak bisa bicara dan gw sangat tidak sepakat untuk hal itu. Kenapa? Karena gw ga mau disaat anak mulai belajar bicara, dia ga konsentrasi terhadap apa yang dia omongin dan ga bisa bedain mana bahasa ibu, mana bahasa asing sebagai tambahan. Berhubung kami tinggal di Indonesia, ya pakailah bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu dalam proses dia mulai belajar bicara. Lain soal misal jadi WNI yang tinggal di negara lain, beda urusan deh itu klo ngomong bilingual.

Pasti banyak orang tua yang bangga disaat anaknya bisa nyanyi-nyanyi lagu bahasa asing dengan fasih di umur kurang dari 1,5 atau 2 tahun. Tapi pas ditanya apa yang dia nyanyiin, si anak ga ngerti karena dia cuma sekedar menghapal tanpa tau apa itu dan belum PAHAM!

Untuk kasus Raisa yang agak sedikiiitt telat bicara, udah pasti mutlak gw jauhin dulu bahasa asing sebelum dia lancar bicara bahasa Indonesia. Gw mau dia tau kalau bahasa Indonesianya xxxxx, maka bahasa asingnya yyyyy, jadi tau membedakan, bukan dicampur-campur ala Cinta Laura.

Ada kejadian yang bikin gw ketawa-bengong-heran-dongo. Pernah waktu gw lagi nemenin Raisa main di sebuah playground Mall Jakarta, sambil nungguin Raisa main, gw ajak ngobrol anak laki-laki umur sekitar 3 tahun yang lagi asik main balok.

Gw. : Wah, lagi asik banget main baloknya
Dia. : Iya
Gw. : Baloknya warna warni ya. Ini warna apa sih? (Gw sambil nunjuk warna ungu)
Dia. : ………… (ntah mikir ntah males jawab pertanyaan gw)
Gw. : Ooohh ini warna ungu ya?
Dia. : Ini bukan ungu, ini warna purple (pasang muka serius)
Gw. : ????????!!!!!!!!#%*%#¥€%!!!

Pernah lagi waktu gw lagi di sebuah Mall Semarang. Ada pasangan muda dengan anak dan baby sitternya mau makan dan bersebelahan sama meja gw. Namanya juga deketan, dengerlah di kuping gw mereka ngomong apa

Istri. (ngomong ke BS).     : Ambil makanan dedek di tas
Istri. (ngomong ke suami) : duduk kene wae toh yaahh
Istri. (Ngomong ke anak). : sit down here baby, goog baby gooodd…

speechleesssss denger tu emak-emak ngajak ngomong 3 orang pake 3 bahasa dalam 1 waktu! Heeeyyyy…., sepenting itukah kejar target sedari dini ngomong bahasa asing ke anak 1 tahun?? Apa ga bingung anak itu kenapa ada 3 bahasa berbeda? Mungkin kedengerannya keren, tapi malah keliatan konyol buat gw.

Jadi ya menurut gw, sebaiknya, sewaktu si anak belajar bicara, fokuskan ke 1 bahasa dulu. Setelah dia cas cis cus, paham, dan cerewet kayak nenek-nenek kalau ngomong, baru deh kenalin ke bahasa lain. Misalkan kalau emang si anak udah fasiihhh banget di 1 bahasa walau dia masih umur 1,5 tahun, ya memang lebih baik dikenalkan dengan bahasa asing lain. Tapi bukan bahasa yang sekali ngomong dicampur aduk kayak gado-gado.

Untuk anak-anak gw nanti memang baru akan gw perkenalkan bahasa lain setelah lewat masa-masa batitanya karena gw ga mau anak-anak gw nanti ga paham kalau ungu dan purple itu sama, sejenis, dan 1 arti 😀

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *